SIQOLA.ID

Panduan Absensi Gerbang: Dari Pemindaian Sampai Rekap Harian

Tim SIQOLA.ID · · 2 menit baca
Panduan Absensi Gerbang: Dari Pemindaian Sampai Rekap Harian

Absensi gerbang adalah titik pertama data kehadiran masuk ke sistem. Setiap kali seorang siswa memindai kartunya, satu baris kehadiran dibuat untuk hari itu — lengkap dengan jam masuk dan statusnya. Memahami alurnya membuat rekap di akhir bulan jauh lebih mudah dipertanggungjawabkan.

Apa yang terjadi saat kartu dipindai

Pemindai membaca kode unik pada kartu pelajar, lalu mengirimkannya ke server bersama waktu pemindaian. Server mencocokkan kode itu dengan data siswa, memeriksa apakah hari tersebut hari sekolah, lalu membandingkan jam pemindaian dengan jadwal masuk yang berlaku.

Bila jam pemindaian masih di dalam batas toleransi, siswa tercatat hadir. Bila melewatinya, statusnya menjadi terlambat, dan selisih menitnya ikut disimpan. Angka menit inilah yang nanti muncul di laporan dan pada pesan kepada orang tua.

Menentukan batas toleransi

Batas toleransi diatur per sekolah, bukan per kelas. Nilainya dihitung dari jam masuk pada jadwal hari itu. Sekolah yang menerapkan jam masuk berbeda untuk hari Jumat cukup mengatur jadwal harinya, dan toleransi akan mengikuti dengan sendirinya.

Menyetel toleransi terlalu longgar membuat data terlambat kehilangan makna. Menyetel terlalu ketat membuat guru sibuk mengoreksi. Sebagian besar sekolah menemukan titik nyaman di antara sepuluh sampai lima belas menit.

Status alpha dan kapan ia muncul

Alpha tidak dibuat saat pemindaian, melainkan saat sistem menutup hari. Siswa yang tidak memiliki catatan pemindaian dan tidak memiliki izin akan ditandai alpha secara otomatis.

Karena itu, penting memastikan izin dan keterangan sakit dimasukkan pada hari yang sama. Izin yang baru dimasukkan seminggu kemudian memang bisa memperbaiki catatan, tetapi laporan yang sudah dikirim ke orang tua sebelumnya tidak ikut berubah.

Memeriksa hasil di akhir hari

Buka menu kehadiran harian dan bandingkan tiga angka: jumlah siswa aktif, jumlah yang tercatat hadir, dan jumlah yang tercatat alpha. Ketiganya seharusnya berjumlah sama dengan jumlah siswa aktif.

Bila jumlahnya tidak cocok, biasanya penyebabnya salah satu dari ini:

  • Ada perangkat pemindai yang terputus dari jaringan pada jam sibuk sehingga sebagian pemindaian belum terkirim.
  • Ada siswa yang statusnya belum diaktifkan setelah proses kenaikan kelas.
  • Ada hari libur yang belum dimasukkan ke kalender akademik sehingga sistem menghitungnya sebagai hari sekolah.

Memeriksa ini setiap hari jauh lebih ringan daripada menelusuri satu bulan penuh menjelang pembagian rapor.

Bagikan: WhatsApp Facebook
Iklan

Panduan lainnya