SIQOLA.ID

Kartu Pelajar Digital: Cara Kerja, Pencetakan, dan Alasan Ia Tak Bisa Difoto Layar

Tim SIQOLA.ID · · 2 menit baca
Kartu Pelajar Digital: Cara Kerja, Pencetakan, dan Alasan Ia Tak Bisa Difoto Layar

Kartu pelajar di SIQOLA.ID punya dua wujud: kartu digital di dalam aplikasi, dan kartu fisik yang dicetak. Keduanya memakai kode yang sama, sehingga siswa tetap bisa memindai walau kartu fisiknya tertinggal di rumah.

Mengapa kartu digital tidak bisa ditangkap layar

Saat layar kartu pelajar dibuka, aplikasi mengaktifkan perlindungan tangkapan layar. Bila seseorang mencoba merekam layar, yang tersimpan hanyalah gambar kosong.

Alasannya sederhana: kartu itu memuat kode identitas yang dipakai untuk absensi. Tangkapan layar yang beredar di grup percakapan membuat kode tersebut bisa dipindai orang lain, dan kehadiran menjadi tidak dapat dipercaya.

Perlindungan ini menyala hanya di layar kartu. Bagian lain aplikasi tetap bisa ditangkap layar seperti biasa.

Melengkapi data sebelum mencetak

Kartu fisik hanya dapat dipesan bila data siswa sudah lengkap. Yang biasanya belum terisi adalah foto, tempat lahir, tanggal lahir, dan alamat.

Aplikasi menampilkan daftar data yang masih kurang beserta tombol untuk melengkapinya. Melengkapi lebih awal menghemat waktu, karena pemesanan kartu satu angkatan biasanya dilakukan serentak.

Foto yang baik untuk kartu

  • Wajah menghadap ke depan dengan pencahayaan merata, bukan membelakangi jendela.
  • Latar polos, sebaiknya terang dan tidak ramai.
  • Seragam sesuai ketentuan sekolah.
  • Hindari foto hasil memotret foto lain, karena hasil cetaknya akan pecah.

Proses pemesanan

Sekolah mengajukan pesanan melalui menu pesanan kartu, memilih siswa yang akan dicetak, lalu mengirimkannya. Status pesanan dapat dipantau dari layar yang sama sampai kartu selesai dan dikirim.

Bila ada data siswa yang berubah setelah kartu dicetak — misalnya pindah kelas — kartu lama tetap berfungsi. Kode identitasnya tidak berubah mengikuti kelas.

Bagikan: WhatsApp Facebook
Iklan

Panduan lainnya